macan tutul bromo

Macan Tutul Ditemukan di Gunung Bromo

By: redaksi

Malang – Jejak diduga mengarah kepada ciri-ciri Macan Tutul ditemukan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) disela menggelar pemulihan kawasan. Jejak satwa liar dilindungi itu ditengarai kuat ditemukan di zona inti gunung eksotik di Jawa Timur, itu.

Satwa liar macan tutul yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, juga dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa

“Sampai detik ini zona inti Gunung Bromo masih aman, dikatakan zona inti, karena Elang Jawa cukup banyak disana dan sudah kami foto dan inventarisasi. Juga kami temukan jejak satwa liar, diduga jejak Macan Tutul ada di zona inti itu,” ungkap Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Wahyudi kepada detikcom  Jumat (29/4/2016).

Dia menambahkan, zona inti mendapatkan penjagaan ekstra ketat. Masyarakat sekitar maupun pengunjung wisata Gunung Bromo cukup menyadari bahwa zona inti itu harus steril dari aktivitas manusia.

“Memang ada beberapa titik zona inti yang saat ini masih digunakan aktivitas, seperti lautan pasir dan titik di bawah Gunung Bromo. Dua titik itu sebetulnya zona inti yang harus steril, sebab itu akan kita review ulang peruntukannya,” tambah dia.

Sehingga satwa liar yang dilindungi tidak terganggu. Apalagi, ditemukan jejak macan tutul di beberapa titik zona inti yang dilarang dikunjungi manusia tersebut.

“Kita lestarikan satwa satwa liar itu agar tidak punah. Karenanya, bersama TNI dan Polri pihaknya bergandeng tangan mengamankan wilayah Taman Nasional ini,” jelasnya.

Dijelaskan, total lahan TNBTS mencapai 50.276 hektar yang dibagi menjadi beberapa zona, diantaranya zona inti yang tidak boleh dirambah oleh manusia, zona rimba, zona jalan dan zona pemanfaatan. “Kita akan menambah zona pemanfaatan agar zona-zona lain tidak terkikis,” sambung dia.

Masih kata Wahyudi, zona pemanfaatan itu bisa digunakan untuk aktivitas pengunjung wisata. Karenanya, lahan seluas 50 ribu hektar itu tidak mungkin ditanggulangi sendiri, perlu bantuan Polisi dan TNI. Termasuk penanganan kebakaran hutan di TNBTS.
(dra/dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Atas