IMG_20180108_130147

Densus 26 Korwil Madura dan PSHT Ranting Pakong Pamekasan Adakan Haul Gusdur

By: redaksi

 NadaFM.Com, Pamekasan- Densus 26 Korwil Madura bersama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar Haul Gus Dur ke-8, Ahad (7/1/2018). Acara tersebut dikemas dengan tahlil bersama dengan masyarakat setempat.

Korwil Densus 26 Madura, Nur Faizin mengatakan, memperingati wafatnya KH. Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gus Dur, tidak hanya mengenang dan merefleksi jejak pemikirannya, tetapi juga dapat berwajaah dan silaturrahim dalam bingkai kebaikan.

“Densus 26 dan PSHT Ranting Pakong mengadakan acara ini tentu bukan sekadar pertemuan biasa. Melainkan, kegiatan baik ini kita rawat sebagai sumbu pemersatu. Wadah saling mengisi kebaikan. Sebagaimana disebutkan bahwa silaturrahim memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki,” kata Nur Faizin.

Menurut Jen sapaan Akrab Nur Faizin, Sebagai guru bangsa, Gus Dur ada di setiap hari umat beragama di Indonesia. Sepak terjangnya bagi kemandirian, toleransi, dan kemanusiaan di Indonesia tidak hanya diakui oleh kalangan internal Nahdlatul Ulama, tapi hampir seluruh masyarakat Indonesia merasakan nilai-nilai yang dipraktikkan Gus Dur. Tak pelak banyak kalangan mendorongnya sebagai pahlawan nasional.

“Semangat inilah yang dijadikan landasan Densus 26  Korwil Madura bekerjasama dengan PSHT Kecamatan Pakong Pamekasan menggelar Haul dan Refleksi Pemikiran Gus Dur,” ujarnya.

“Berkumpulnya jamaah Densus 26 Sumenep dengan PSHT Ranting Pakong tidak lain selain menjalin silaturrahim pun juga saling mengingatkan untuk dan menguatkan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan sebagaimana dilakukan Gus Dur semasa hidupnya,” katanya menambahkan.

Ketua PSHT Ranting Pakong, Fendi Firmawan mengapresiasi gerakan Densus 26. Gerakan yang mendekatkan diri pada masyarakat. Gelaran ini merupakan kerjasama positif yang patut ditingkatkan. Fendi menyinggung gerakan dakwah Gus Dur yang tidak hanya milik NU, tapi seluruh elemen masyarakat.

“Persaudaraan adalah jalan kami. Nilai ini juga menjadi semangat gerakan kemanusiaan yang dimotori Gus Dur. Bersaudara adalah memanusiakan tanpa sekat golongan tertentu. Semangat inilah yang kami usung bersama Densus 26,” ungkap Fendi.

Di skhir sambutannya, Fendi menekankan bahwa Gus Dur memang bukan nabi. Beliau hanyalah manusia biasa. Hanya saja kedalaman budi dan pemikirannya untuk bangsa dan negara patut dilestarikan.

“Lebih-lebih dalam soal Islam dan kaitannya dengan masalah sosial budaya, patut kiranya jika Gus Dur dijadikan rujukan dalam berdakwah, bermasyarakat, dan bernegara,” tukasnya. (dus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Atas